Kehadiran Udayana Mengajar di Bali TV
Kehadiran Udayana Mengajar di Bali TV
Kehadiran Udayana Mengajar di Bali TV
Kehadiran Udayana Mengajar di Bali TV

“Taki Takining Sewaka Guna Widya” Orang yang Menuntut Ilmu wajib mengejar pengetahuan dan kebajikan. -Motto Universitas Udayana

Sungguh senang rasanya melihat mereka berdua, Ayu Swandewi selaku Menteri Pemberdayaan Desa BEM PM dan Natalie selaku stafnya berbagi cerita tentang pengabdian di tengah-tengah benturan peradaban yang semakin individualis dan pragmatis. Sungguh mulia apa yang dilakukan oleh kawan-kawan kami ini. Mereka (Kementerian Pemberdayaan Desa) dan Relawan Udayana Mengajar melaksanakan kegiatan rutin setiap Sabtu-Minggu untuk hadir mengamalkan Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan dan pengabdian di SD N 5 Pempatan, terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Bahkan tidak jarang mereka bisa hadir lebih dari 4 kali dalam seminggu di waktu tertentu jika sekolah maupun orang tua membutuhkan bantuan mereka (contohnya adalah mengurus pendaftaran sekolah anak-anak mereka).

Kegiatan para Relawan Udayana Mengajar
Kegiatan para Relawan Udayana Mengajar
Kegiatan para Relawan Udayana Mengajar
Kegiatan para Relawan Udayana Mengajar

Saya rasa, tidak akan mengherankan jika mereka hanya hadir Sabtu-Minggu dalam jangka waktu satu sampai dua bulan saja atau menetap di sana selama satu bulan saja seperti program KKN (Kuliah Kerja Nyata). Tetapi Sabtu-Minggu bahkan sering lebih, dalam jangka waktu selama 10 bulan (seperti yang dilakukan Kementerian Pemberdayaan Desa BEM PM), Saya rasa adalah suatu tindakan yang sangat mulia sekali, semoga Tuhan senantiasa mengiringi setiap langkah perjuangan mereka. Saya tidak pernah bisa membayangkan bagaimana mereka habiskan waktu Sabtu-Minggu yang seharusnya sebagai hari libur, bersantai, pulang kampung bertemu dengan sanak keluarga atau mengerjakan tugas-tugas kuliah yang berjubel, mereka malah memilih untuk mengalokasikan waktunya untuk kebermanfaatan orang lain dengan penuh keikhlasan dan tanpa pernah keluar keluhan sedikitpun dari Ayu dkk.

Kesederhanaan mereka memberikan banyak arti pada kita
Kesederhanaan mereka memberikan banyak arti pada kita

Banyak sekali kegiatan bermanfaat yang telah mereka lakukan di tempat ini, mulai dari kegiatan mengajar di kelas, luar kelas, pengembangan ekstrakurikuler, home visit (ini yang paling keren), perayaan hari-hari besar nasional, hingga kemarin mengadakan UCN (Udayana Charity Night) dan berhasil mengumpulkan dana untuk menyekolahkan beberapa anak-anak SD ke jenjang SMP, Rumah Inspiratif sebagai sarana pembelajaran untuk adik-adik yang tidak dapat melanjutkan bersekolah, Rumah Baca bekerja sama dengan Komunitas Bali Baca Buku sebagai tempat bacaan yang humanis dan terakhir UMCC (Udayana Mengajar Chess Competition) untuk anak-anak SD hingga SMP. Sungguh apa yang telah mereka lakukan adalah salah satu bukti cinta tak bersyarat atas rasa yang sama bahwa memajukan pendidikan adalah hak sekaligus kewajiban bersama. Mungkin memang benar bahwa basic mereka bukanlah seorang guru, tetapi satu hal yang menjadi pegangan mereka bahwa tugas seorang yang telah didik dan terdidik adalah ‘mendidik’. Memang benar mereka bukanlah seorang dengan gelar akademik, prestasi akademik, maupun menghasilkan penemuan yang besar dan bisa saja IPK mereka juga tidak semuanya cum laude, tetapi mereka meyakini tentang pengabdian adalah suatu ‘pelaksanaan’ dari kata-kata, semboyan, teori, cita-cita, dan juga mimpi.

Pembukaan Desa Dampingan
Pembukaan Desa Dampingan

Sungguh sangat menyenangkan dapat ikut terjun bersama mereka, meski Saya hanya bisa beberapa kali saja ke sana dari sekian kali mereka menghadirkan diri ke tempat tersebut. Tetapi Saya selalu meyakini ada maupun tidak Saya ke sana sebagai seorang Presma, spirit mereka akan tetap sama karena mereka tumbuh atas dasar kehendak yang kuat untuk mengabdi. Saya sangat bersyukur memiliki orang-orang seperti Ayu selaku menteri, Agi selaku wakil menteri, beserta teman-teman staf di pemberdayaan desa yang begitu gigih dalam menjaga marwah dari organisasi ini yang bernafaskan atas perjuangan dan pengabdian. Banyak sekali hal-hal baru yang dilakukan oleh mereka bersama Diana selaku Menteri Koordinator, ada Ce Lily dan Ayu Melody selaku relawan tetap. Saya rasa akan menghabiskan jutaan kata, ribuan kalimat, hingga ratusan paragraf untuk menceritakannya semua dalam tulisan yang sederhana ini, biarlah cerita itu menjadi hak milik teman-teman mahasiswa yang sudah, sedang atau akan bergabung dengan mereka.

Suasana malam di Desa
Suasana malam di Desa
Para orang tua/wali murid
Para orang tua/wali murid

Di akhir tulisan ini, Saya hanya dapat berucap, terima kasih kepada kalian, atas cinta tak bersyarat yang telah kalian berikan. Terima kasih telah menjadi aktor dan inspirator kebaikan. Cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa memang telah tertuang dengan sangat jelas di dalam pembukaan UUD 1945, di republik ini memang masih banyak daerah yang tertinggal dari segi pendidikan. Di Pulau Bali yang katanya pulau surga dan destinasti pariwisata terbaik dunia ini memang masih banyak anak-anak yang belum merdeka secara pendidikan. Memang benar kita telah mengetahui semua fakta ini, memang benar kita sering mendengar, melihat bahkan merasakan fakta ketidakadilan ini. Tetapi siapa yang akan memulai untuk menjadi penggerak? Itulah kemuliaan utama yang telah mereka lakukan. Semoga kita semua dapat menghayati pengabdian dan perjuangan sebagai suatu pelaksanaan dari kata-kata, ide, gagasan, teori, dan ilmu pengetahuan.

Salam hangat!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *