Keceriaan Anak TK
Keceriaan Anak TK

 

Apa kata yang paling indah untuk menimpali kata cinta? Apakah kata aku mencintaimu? Aku ingin mencintaimu?Aku butuh mencintaimu? atau aku akan mencintaimu?

Bagiku kata yang paling indah untuk menemani kata cinta adalah “aku mau belajar mencintaimu”. Entahlah, aku melihat ada kejujuran, keikhlasan, sekaligus kegigihan di dalam kata belajar.
Kejujuran tentang rasa yang bisa berubah, tetapi kata belajar membuat rasa itu harus terus dipertahankan.
Keikhlasan bahwa tidak semua berjalan indah dalam mencintai. Namun di balik kata belajar semua yang tidak indah itu didekap dan diterima tanpa syarat yang berarti. Kegigihan bahwa faktanya cinta membutuhkan perjuangan dan kata belajar membuat kegigihan itu menjadi suatu keharusan.
Lalu pertanyaan terakhir bukan “apakah aku mau belajar mencintaimu?” Tetapi “aku ingin belajar mencintaimu seperti siapa?”
Kemudian dengan tegas aku menjawab. Aku mau belajar mencintaimu seperti anak-anak yang mengenyam pendidikan TK di samping kostku, meskipun Aristoteles berkata bahwa pendidikan itu akarnya pahit tetapi buahnya manis. Namun anak-anak TK itu tidak pernah menampakkan wajah yang kecut ketika belajar dalam pendidikannya. Paling parah mereka hanya menangis ketika tidak dapat giliran untuk bermain. Bukankah menangis adalah eskpresi yang paling jujur dari perasaan manusia? Ah sudahlah, yang jelas aku mau belajar mencintaimu. Belajar menerima hitam dan putih dirimu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sumber tulisan: pengalaman sendiri
Sumber gambar: http://1stoutbound.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *