Foto saat Kegiatan Student Day 2018 Universitas Udayana yang Dicatut oleh Akun Pendukung Salah Satu Calon Pasangan pada Pilpres 2019
Foto saat Kegiatan Student Day 2018 Universitas Udayana yang Dicatut oleh Akun Pendukung Salah Satu Calon Pasangan pada Pilpres 2019
Kemarin sempat ramai di dalam grup Line dan WA mengenai foto wefie antara Dr. Gamal, Khosyi, Gusde, dan Saya. Foto tersebut heboh bukan lantaran mengapa saya bisa berfoto dengan Dr. Gamal, melainkan foto tersebut telah disalah gunakan oleh akun yang mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019 nanti dan juga dimuat dalam salah satu media berita yang dapat menimbulkan tafsir bahwa kami ikut terlibat dalam politik praktis yaitu mendukung salah satu calon.
.
.
Tegas saya katakan bahwa foto tersebut telah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Foto tersebut diambil pada kegiatan Student Day 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2018, rekan-rekan di BEM PM juga telah mengeluarkan press release terkait foto yang dicatut tersebut.
.
.
Bersamaan dengan ini juga saya katakan, bahwa saya tidak ikut ambil bagian untuk menyerukan lewat media sosial untuk mendukung yang mana, saya netral tapi tidak golput. Saya lebih menyukai tagar Pilpres Ceria ketimbang 2019 Ganti Presiden maupun Jokowi Dua Periode.
.
.
Alasan kuat mengapa saya memilih untuk tidak menggebu-gebu dalam mendukung calon yang ada karena jangankan untuk menganalisa Pilpres, menganalisa terhadap film saja saya masih kacau.  Dimana analisa saya terhadap pemeran terbaik dalam suatu film masih sebatas idola.
.
.
Ketika sebelah hati saya masih saja goar-goar mengatakan idola saya paling pantas untuk mendapatkan peran utama, meskipun ia telah gagal mempertahankan cinta yang pantas untuk penonton dan dirinya, karena alasan agar lebih aman bersama orang lain untuk mendapatkan pemeran utama dalam film. Ketika bagian hati saya yang lainnya mengamini idola saya melakukan berbagai cara untuk meraih pemeran utama, sekalipun itu merangkul kaum yang sejatinya tidak menghayati latar belakang lahirnya film.
.
.
Saya hanya berani menyebut diri benar dalam menentukan pemeran terbaik film, ketika saya sudah dapat mengakui dengan jujur keburukan dari idola saya. Mengingat sejatinya, tak ada gading yang tak retak.
Mengapa saya harus ribut merasa idola saya paling benar?
Padahal mereka sudah beberapa kali menjadi kawan dan lawan karena berebut pemeran utama. Biarlah mereka sibuk dengan panggung sandiwara itu.
.
.
Selama idola saya masih susah membedakan antara kos-kosan elit dengan sel napi dalam peran filmnya. Selama itu juga sebaiknya saya jangan sepenuh hati mencintai mereka, saya akan taruh sedikit prasangka agar tidak cinta itu menjadi buta. Lalu apa hubungannya ketidakmampuan dalam menganalisa film dengan Pipres 2019? Hmmmm… semoga teman-teman sekalian mengerti maksud saya.
Salam hangat^^.
.
.
.
.
.
.
Sumber tulisan: Saya sendiri
Sumber foto: Diambil dari Press Release yang dikeluarkan oleh BEM PM Unud pada tanggal 9 Desember 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *